Semakin menyebalkan saja suasana rumah. Kalau saja bukan karena menuruti perintah ortu untuk pulang ke rumah dan karena skripsi, mungkin aku masih ngekos, atau setidaknya aku kabur atau minggat ke mana gitu asalkan tidak melihatnya berada di rumah. Ya, ini tetang adik bungsuku. Dia itu nakalnya minta ampun. Nggak sopan banget sama kakak-kakaknya. Aku dan adikku yang nomer dua sampe rasanya pingin menghajar dia aja, saking kami masih sabar dan ingat bahwa jelek-jelek begitu dia adalah adik kami dan juga ciptaan Tuhan.
Dari dulu aku memang sudah punya keinginan kuat untuk bisa hengkang dari rumah, tapi apa daya.. keadaan yang tidak memungkinkan. Liburan cuma 5 hari aja ke Jogja sendirian sudah bikin heboh ortu! Teman-temanku semua ditelpon, dikiranya aku kabur apa. Ughh! Aku ingin pergi dari jawa timur, pergi jauh meninggalkan Surabaya dan semua kenangan di kota buaya tersebut. Tujuanku adalah menetap di kota besar di pulau jawa, entah itu di Jogja, Semarang, Bandung atau Jakarta. Mau tinggal di mana? Entahlah.. aku sendiri nggak punya tujuan, yang pasti pergi jauh dari rumah!
Terlebih lagi adikku yang nomer dua (Rama) jika keterima di ATKP dan mulai kuliah, mulai tinggal di asrama dan baru bisa pulang ke rumah pas weekend, wah semakin menderita aku di rumah sendirian bersama si kucluk homo itu. Sekarang aja aku betah”in di rumah karena untungnya ada Rama, aku sama dia masih nyambung” gitu obrolannya, tapi kalo dia pergi wah dijamin perang dunia antara aku dan adik bungsuku. Daripada yang ada cuma tekanan jiwa karena nahan sabar terus-terusan, mending aku aja deh yang pergi. Gila nakalnya gak ketulungan, kerasukan setan kali dia. Tadi aja dia marah-marah gak jelas, pake banting-banting barang segala lagi di haapanku. Aku sama Rama gak bisa apa-apa, ngelayani orang marah percuma. Yang ada malah pahala puasa kami hilang. Tapi sumpah, rasanya pingin nabok tuh anak. Biarin dia jadi penguasa tunggal di rumah, daripada aku bisa gila!
Sekarang yang mesti aku lakukan ya cuma menyelesaikan skripsi as soon as possible, semakin cepat selesai semakin terbebas aku dari penderitaan. Nabung dan cari penghasilan tambahan juga sedang kuusahakan, sehingga pada saat aku minggat nanti aku nggak seperti orang mbambung.
Ya sudahlah segitu aja curhatanku. Sebenarnya ada banyak hal yang membuatku bisa mengalami tekanan jiwa kalau aku mau memikirkannya, bukan karena si bocah itu saja tetapi karena banyak hal yang bikin kepalaku mumet. Tapi sudahlah, dibuat happy aja. Keep smile..
| 3.2 |


